Stop Black Campaign!

Saya sudah lama gelisah, melihat facebook dan twitter ingin rasanya buang muka. Akhirnya beralih ke instagram yang berisi foto dan gambar yang bisa menginspirasi. Daripada di sosial media sebelumnya, dimana-mana sibuk black campaign. Ya, apalagi kalau bukan karena pemilu presiden yang semakin di depan mata.

Sebagai seorang blogger independen, saya tidak menjabarkan disini memilih siapa. Tapi, tolonglah, untuk bisa segera menghentikan black campaign di sosial media. Bukan karena kita ini kurang cerdas. Tapi terlalu cerdas sehingga berita negatif apapun yang sering kita dengar, akan mental dengan sendirinya.

Mental blocking itulah yang tercipta, saat kita sering membaca, melihat, dan mendengar hal-hal buruk tentang keadaan politik indonesia. Saya menjadi independen bukan tanpa alasan. Tapi karena memang mengerikannya saling olok, fitnah, dan hasutan di jejaring sosial. Bersyukur masih bisa independen, tutup mulut, tutup tulisan, tidak ikut mengikut hal-hal berbau politik. Toh apa kita akan benar 100%?

Prabowo dan Jokowi

Secara personal, opini saya, bukanlah lebih baik kita selalu melihat sisi positif seseorang. Dalam agama apapun, kita tidak diijinkan membuka aib, apalagi melihat seseorang selalu sisi negatifnya, untuk dibandingkan dengan orang lain yang dirasa lebih baik.

Saya mengakuti baik jokowi dan prabowo punya sisi kelam masing-masing, sisi lemah masing-masing, artinya mereka manusia. Seperti kita ini. Selalu banyak celahnya. Sekarang bukanlah lebih baik kita mengisi pikiran dengan sisi positif mereka, dan menimbang-nimbang di pemilu presiden nanti lebih bijaksana.

Saya sendiri menerima proyek dari salah satu kandidat, tapi bukan berarti saya mendukungnya. Artinya saya berada di sisi independen dimana pilihan saya bisa berubah kelak dalam hitungan detik di balik bilik suara. Tidak salah bukan?

Masa depan tidak ada yang tahu, analisis cermat sekarangpun bisa berubah semudah Tuhan memberikan bencana pada suatu bangsa. Untuk itu kenapa kita masih saja berselisih mana yang lebih baik? Dua kandidat akan memberikan yang terbaik, siapapun yang terpilih kita sebagai rakyat harus patuh dan mendukung kemajuan bangsa.

Oh, semoga saja, black campaign ini segera berakhir. Cukup muak sudah melihat teman-teman di facebook dan twitter saling serang, saling share berita online tentang kejelekan masing-masing kandidat. Semoga pemilu lancar dan kita hidup tenang.

Bukalah pikiran, saya baca di strategimanagemen.net bahwa penulisnya memberikan paparan mengapa dia memilih jokowi dan mengapa memilih prabowo. Semua dari sudut pandang positif. Sungguh sangat menyenangkan membacanya. Sayang, belum satupun blogger yang saya temui blognya mengulas sisi baik saja. Bukan tidak proposional, tapi ayolah, kita sudah sering menerima berita negatif setiap hari.

Selamat memilih kelak. :)

Hanif Mahaldi

Seorang laki-laki, usia antara 25 tahun sampai nanti, kriting dan berkacamata, kulit sawo gelap, baru saja lulus tahun 2013 dari dunia perkuliahan. Seorang blogger, buzzer, dan penulis.

17 Replies to “Stop Black Campaign!

  1. Satu yang sering dilupakan atau memang kita tidak tahu, bahwa netralitas media saat ini semakin langka.

    Dari dulu yang namanya media hampir – hampir selalu punya agenda tersembunyi.

    Setuju banget initinya, stop black campaign!

  2. Kayak anak kecil saja ya mas kalau suka saling black campaign begitu

    Btw, knp aku msh selalu hrs ngisi data sebelum berkomentar ya mas? maaf nih protes lagi :)

    1. mungkin URLnya beda dari yg lama mbak, saya menerapkan sistem pending comment, soalnya selalu ada spam masuk walau sudah di kasih captcha dalam bentuk apapun. Maaf atas ketidaknyamanannya. :D hehe.

    1. Iya, sama mbak, bahkan cuma bilang, “pusing milih presiden” padah komen piliha A aja atau B aja dengan segala argumennya, padahal cuma mau curhat, “pusing” hehe

  3. yups.. saya juga milih netral aja mas.. walau jadi bingung nanti mau milih siapa.. belum ada calon walau calon cuma dua ya hehe

  4. Yg menjengkelkan itu kalau baca komen2 di facebook, pendukung capress A yg dipuji2, lha kok yg komen adalah pendukung capres B yg nggak terima lawannya dipuji, lalu dia mencaci ke capres A dengan membabi buta..

    What happen? Ini statusnya membahas capres A, kalau gak setuju, ya jangan komen menyerang begitu.. hih :(

    1. hehe, merasakan serangan2 juga mas ndop, sama, saya juga, tidak sebut padahal, tidak menjurus, tapi diajak untuk ke A eh, yg lain ngajak B, semua dengan argumen2 yg kadang bikin geli sendiri

  5. kampanye hitam seperti sebuah agenda tambahan dari masing kandidat dan hal ini seperti sebuah keharusan,entah siapa saling melakukannya semua pasti mengelak,..kapan PEMILU bisa jujur dan berwibawa ? ,…

  6. Black Campaign sepertinya sudaa mulai mendarah daging di bumi pertiwi ini, nggak cuma kampanye di tingkat DPR+DPRD tapi juga kampanye2 Capres sudah mulai mengarah pada black campaign
    Sudah saatnya kita untuk lebih dewasa dalam berdemokrasi.
    Mari kita Stop Black Campaign!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *