Selalu Perlu MoodBosoter

Kebencian terhadap sesuatu, rasa kesal, disebabkan oleh tidak adanya mood. Apa itu mood? Saya ambil dari wikipedia arti dari mood dalam psikologi. Mood artinya kondisi emosional seseorang. Terjemahan kasar melalui google translate adalah seperti ini,

Mood berbeda dari emosi dalam bahwa mereka kurang spesifik, kurang intens, dan kurang mungkin dipicu oleh stimulus atau peristiwa tertentu. Moods umumnya memiliki baik valensi positif atau negatif. Dengan kata lain, orang-orang biasanya berbicara tentang berada dalam mood yang baik atau mood yang buruk.

Jadi mood adalah kondisi pikiran kita yang bisa berubah-ubah sewaktu-waktu baik dipicu hal sepele atau hal yang besar. Bisa berubah-ubah tidak tentu karena memang dipicu hal di luar dari diri kita. Bahkan dalam hitungan detik mood bisa berubah dari bad menjadi good. Bahkan dari worst menjadi great. Sayangnya, kita cenderung menyerang dengan mood kita itu, jika baik kita menjadi senang, gembira dan bahagia, jika mood buruk kita menjadi sedih, gundah, dan galau. Seakan-akan saat mood berubah dari good ke bad, kita lantas membiarkannya seperti itu, dan membuang waktu yang berharga hanya untuk menuruti badmood.

Kita bisa tidak menyerah dengan keadaan mood, secara teori memang mood yang buruk dapat diubah dengan mood booster. Kita biasa melakukannya tapi tidak menyadarinya. Seperti bad mood karena hari senin harus memulai aktifitas lagi dan mengakhiri hari libur. Lalu kita mengatasinya dengan tetap mempersiapkan apa saja yang akan dilakukan di hari senin. Kemudian hari senin kita lalui tanpa rasa bad mood tapi kita tidak menyadarinya. Kemudian kita biarkan mood yang sudah baik menjadi buruk lagi karena ya itu hari senin. Hingga banyak orang menganggap hari senin adalah monster day, bad day, dan ingin cepat-cepat berakhir pekan lagi.

Untuk bisa keluar dari lingkaran mood yang tidak teratur, dan keluar dari mood buruk yang selalu datang di momen tertentu adalah dengan mengubah sudut pandang kita. Hari senin itu baik, bahkan harus semangat karena melalui hari libur yaitu minggu. Artinya, di hari minggu, kita tidak mengijinkan diri kita sendiri atau orang lain membuat sudut pandang kita buruk tentang hari senin.

Percobaan mengubah mood butuh latihan dan tidak sekali dua kali. Hingga kita yakin bahwa mood adalah kecenderungan pikiran untuk menjadi negatif. Percobaan pasti ada gagalnya. Lalui saja, nikmati saja kita gagal mengubah mood dari buruk ke baik. Tapi tetaplah mencoba untuk berhasil. Sampai nantinya kita terbiasa dengan mood booster yang kita bentuk sendiri tanpa harus merelakan waktu terbuang percuma atau menunggu mood baik kembali dari pengaruh di luar diri kita.

Hingga kita selalu bisa menikmati setiap hari dengan lebih maksimal. Kebahagiaan dengan lebih banyak dan nyata. Karena di masa depan, kita akan memetik hasilnya, yaitu kita adalah orang yang berpikir positif. Kreatifitas akan datang di hari senin, senyum akan mudah dikembangkan di hari senin, dan semoga orang lain akan tertular juga virus positif mood booster kita. Hingga suasana di sekolah, rumah, kantor, kampus, selalu bisa kita nikmati. Baik di awal minggu atau di akhir pekan, semua sama. Sama-sama membahagiakan.

9 Comments

  1. Ririn 18/04/2014
    • Hanif Mahaldi 18/04/2014
  2. Linda 18/04/2014
    • Hanif Mahaldi 20/04/2014
  3. Sunandar 18/04/2014
    • Hanif Mahaldi 20/04/2014
      • Sunandar 20/04/2014
      • Osttrading.com 21/01/2015
  4. Alvie 08/11/2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *