Novel The Butterfly Garden Karya Dot Hutchison

Novel The Butterfly GardenHalo, datang lagi dengan artikel baru bersama saya di sini. Oke, mungkin kamu juga bertanya-tanya. Apakah novel-novel yang akan saya bahas nantinya adalah novel terjemahan semua? Jawabannya, iya. Kenapa? Karena review yang saya berikan adalah suka-suka. Tidak memiliki standar penilaian yang jelas dan terpenting bertujuan untuk enak dibaca saja. Lalu bagaimana dengan novel-novel Indonesia? Kamu bisa mencarinya di blog lain karena novel Indonesia kalau direview rentang sama pro dan kontranya. Ada yang suka dan ada yang tidak. Jadi saya juga menghindari tekanan baik dari penulisnya langsung maupun dari fansnya. Semoga paham ya?

Nah, kali ini saya akan membahas salah satu novel yaitu karya Dot Hutchison yang berjudul The Butterfly Garden. Salah satu novel thriller, horor kekejaman manusia yang kalau boleh diberikan angka satu sampai lima saya akan menilainya dengan angka empat koma delapan. Kenapa? Keren sekali.

Karena penuh ketegangan, mudah kita bawa dalam imajinasi, dan seakan ingin segera menghabiskan novelnya dalam waktu satu hari. Tidak ada yang lebih menyenangkan membaca novel kriminal yang tidak kita ketahui alurnya dan juga cukup aneh kalau terjadi di dunia nyata.

Spoiler ya, kalau saya boleh menjelaskan sedikit, inti dari novel ini adalah tokoh utama seorang perempuan yang diculik bersama puluhan perempuan lain untuk dijadikan budak seksualitas oleh penjahat dan anaknya. Hidup di dalam rumah atau penjara buatan di halaman luasnya penjahat kaya yang mana, mereka semua akan ditato dibagian punggungnya berbentuk kupu-kupu. Mereka diculik secara acak dan diperkirakan usianya 16 tahun. Sehingga saat berusia 21 tahun atau saat lima tahun kemudian, mereka akan dibunuh dan diawetkan dalam cairan pengeras bening seperti pajangan kaca.

Menariknya lagi, novel ini menjelaskan dari sudut pandang dua sekaligus. Yaitu sudut pandang orang pertama dan kedua dalam satu bab. Sehingga kita akan dibawa dengan cara penulis menuliskan pengalaman tokoh utama sebagai korban dengan sudut pandang orang pertama lalu dijeda dengan sudut pandang orang ketiga di mana dia menjelaskan saat diinterogasi oleh FBI. Sehingga kalau kamu jarang membaca novel ini akan sedikit membingungkan. Tapi kalau kamu suka baca novel, ini pengalaman membaca yang seru.

Babnya yang tidak banyak. Terdiri dari tiga bab dan berjumlah 370-an halaman. Benar-benar padat, jelas, dan tidak menjelaskan hal yang tidak perlu. Terlebih lagi, cara para korban lolos sangat masuk akal walaupun terasa kurang pas porsinya. Salah seorang korban, anak perempuan meledakkan tempat penjara itu karena sudah sejak awal masuk menyukai dunia kimia. Porsinya kurang pas tapi tetap patut untuk dinikmati. Terlebih adanya plot-twist antara tokoh utama dengan tokoh lain yang merupakan anak si penjahat dan jatuh cinta. Jadi adanya tokoh baru dihadirkan dibagian akhir merupakan cara yang menurut saya sangat baik terlebih perpindahan cerita dari paragraf sudut pandang orang pertama ke sudut pandang orang ketiga begitu halus. Jadi, penambahan tokohnya juga terasa tidak masalah.

Kekurangannya menurut saya, terlalu banyak tokohnya. Sungguh banyak sekali tokoh pendukungnya jadi tidak begitu jelas penggambaran fisiknya. Masih dalam tahap normal sih oke. Tapi kalau kamu berharap tokohnya sejelas dalam novel Harry Potter saya rasa kurang deh.

Jadi, patut dibaca atau gak nih novel? Jawbannya, patut banget. Kamu akan melihat sisi lain kegilaan orang-orang Amerika yang mungkin terjadi apalagi masalah seksualitas mereka yang menyimpang dalam novel ini. Walaupun novel ini fiksi ya tapi kalau dipikir-pikir bisa saja terjadi. Apalagi yang punya halaman luas seperti orang-orang Amerika itu. Silahkan dibaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.