Novel Aroma Karsa Karya Dee Lestari

Novel Aroma Karsa Karya Dee Lestari

Halo semua, kali ini saya akan bahas soal Aroma Karsa karya Dee Lestari. Novel tebal sampai hampir 700 halaman ini saya akui keren dan takjub. Kenapa? Karena ada detil sejarah yang kuat sehingga novel ini layak untuk disejajarkan dengan novel-novel fantasi dari Amerika. Karena sangat kurang sih bagi saya sendiri atau sayanya yang kurang mencari novel karya anak bangsa yang keren. Apalagi kalau sudah membahas dunia antah berantah, fantasi, mitologi, sihir, kekuatan super, dan lainnya. Tapi novel ini wajib kamu baca untuk membuka sedikit wawasan kalau suatu kekuatan super bisa muncul di manusia dan masuk akal hal itu ada.

Novel ini alurnya maju. Sangat keren. Sesekali ada latar belakang sejarahnya. Selain juga benar-benar bisa kita bayangkan dekat dengan dunia nyata. Tokohnya dengan lokasi tampak sangat nyata bisa kita bayangkan. Apalagi salah satu lokasinya adalah TPA Bantar Gebang. Kalau gak salah ya. Saya mulai lupa. Novel ini harusnya sudah lama saya baca setidaknya setengah tahun lalu. Tapi tertunda terus. Apalagi melihat halamannya yang panjang.

Keunggulan novel ini apa? Kita akan mendapati situasi fantasi, sejarah dan masa kini sekaligus tanpa terbebani dengan rumitnya imajinasi. Semua dengan porsi yang pas banget. Selain itu sisi petualangannya juga dapat. Perubahan sisi tokohnya manusiawi. Tidak terlampau aneh atau terlampau berbeda. Seperti misalnya, kekuatan penciuman tokoh utama tetap mengacu pada sifat-sifat aroma atau bau. Tidak tiba-tiba tahu, ini baunya siapa, ini bau dari mana, semua dijelaskan runut dan rinci. Jadi jika pembauan tokoh utama itu menjadi kunci cerita ini, maka jenis campuran baunya dijelaskan juga. Ini yang menjadi riset paling sulit sih setahu saya. Terlalu rinci bahkan sampai saya sendiri beberapa kali harus membaca skimming.

Kekurangan novel ini apa? Tokoh antagonisnya itu ternyata ibunya si tokoh utama cewek. Sayangnya, saya rasa kurang kejam aja. Apa akibat baca novelnya Sandra Brown yang Lethal ya? Soalnya, antagonisnya mirip. Seorang perempuan tua yang tidak bisa apa-apa. Tapi kalau Sandra Brown, dia rela mematikan berbagai tokoh di novelnya. Sehingga benar-benar tampa kejam. Tapi di Aroma Karsa, keras kepala si antagonis untuk mendapatkan tumbuhan dewa itu rasanya masih seperti sayang aja matikan karakter yang biasa disebut pion. Sehingga yang mati baru ketemu di akhir. Sisanya merupakan penelusuran masa lalu.

Kekurangan saya subjektif sekali. Jadi merasa aja kurang. Memang tidak bisa dibandingkan juga sih. Karya saya juga pernah membaca Madre, Filosofi Kopi dan Perahu Kertas, jujur novel ini keren. Seri novel lainnya dari Dee belum saya baca. Saran saya? Baca aja. Walau memang bagi saya tidak sampai sangat ingin membaca dua kali sih. Saya jarang menemukan novel yang bisa begitu. Mungkin nanti karya Neil Gaiman atau Stephen King bisa. Entahlah, kita coba saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.