Minimalis Elegan, Memaksimalkan Kamar Sempit

Kembali dari rutinitas setelah usai libur lebaran. Dari kamar yang luas dan lapang, kembali ke kamar yang sempit dan sumpek. Ya, lebaran memang tidak pulang kampung, hanya saja tetap berkumpul bersama keluarga besar dari bapak di Solo. Kamarnya cukup luas disana. Setidaknya kasur double bed dan lemari besar masih masuk dan muat. Di kamar kostku, haduh, dikasih single bed dan lemari kecil saja sudah sesak rasanya.

Dilema juga sebenarnya. Ingin mencari kamar yang besar dan luas, di Jogjakarta sekarang mahal. Harganya tidak kalah saing dengan harga kost-kostan cewek akhirnya. Ya, ada harga memang ada rupa. Akhirnya kost harga murah juga seadanya.

Wallpaper kamar

Memaksimalkan fungsi kost yang sempit akhirnya harus dipikirkan juga. Mau tidak mau kan, daripada harus bete dengan kamar kost sempit. Apalagi seorang teman kost pernah bilang, “kamar sempit cenderung membuat emosi mudah naik turun bro”. Ya, benar. Karena yang kita lihat sejauh mata memandang akhirnya dingin dan dinding lagi.

Pengalaman saya dalam mempermak kamar kost akan saya jabarkan disini. Eits, ingat, kamar yang indah dilihat tidak sekedar untuk kamar cewek. Kamar cowok juga harus rapi loh. Cermin dari sikap penghuni kamar adalah dari rapi atau tidaknya kamar yang ditempatinya.

Pertama tentu perabotan. Kamar yang sempit cenderung lebih sulit diatur dengan perabotan. Jika ingin membeli perabotan kamar yang minimalis sekarang gampang-gampang susah. Mau gampang tinggal cari saja gambarnya di Pinterest. Lalu bawa gambar perabotan itu ke tukang kayu atau toko perabotan kayu yang bersedia membuatkan perabotan yang benar-benar multifungsi. Ini kalau teman-teman punya lebih banyak uang, tentu lebih mudah.

gantungan dinding

Bagi yang tidak, biasanya memaksimalkan fungsi perabotan multifungsi. Contohnya bisa dilihat di google dengan kata kunci, “perabotan multifungsi”. Bisa berupa multifungsi gabungan antara lemari buku dengan lemari pakaian. Atau hal lain yang menarik minat teman-teman.

Kedua tentu hiasan dinding. Banyak yang mengeluh bahwa hiasan dinding membutuhkan lebih banyak paku. Lalu lebih banyak paku, lebih banyak lubang, dan juga lebih mengotori dinding. Ada benarnya sih. Trik saya sederhana. Coba saja beli wallpaper atau poster. Dinding kamar kita adalah 3 sisi. Dimana sisi yang ada jendelanya tidak perlu kita utak atik lagi. Sisi lainnya silahkan penuhi dengan wallpaper.

Kalau poster membuat anda tidak nyaman, wallpaper murah seharga Rp 30.000an pernah saya beli bisa menjadi pilihan. Gambar tentang pemandangan, atau sekedar ornamen tertentu itu lebih menghiasi kamar dan terasa lebih elegan dan indah. Bahkan teman-teman kampus saya yang main ke kamar kost selalu bilang, “Nif, itu gambar-gambar/foto luar negeri punyamu? Kamu sendiri yang kesana?” hehe, menarik kan? Bahkan uniknya lagi, kamar sempit kita jika kita pindahkan perabotannya, tidak mengganggu ruang yang ada. Karena meminimalisir paku dengan desain wallpaper.

Jika ingin lebih kreatif, teman-teman bisa mencetak foto keluarga ukuran poster dan ditempelkan di dinding. Kotor karena isolasi, tape perekat, lebih baik daripada karena lubang paku di dinding yang nantinya tidak terpakai.

Ketiga tentu sering-seringlah mengkategorikan barang. Ini sudah harus dimulai sekarang. Tidak sekedar kamar kost. Kamar tidur keluarga juga perlu. Jika teman-teman tidak mencoba mengkategorikan satu barang yang sama, akan terlihat berantakan. Sebesar apapun kamarnya, akan terasa kotor dan melelahkan untuk dilihat.

Kategorikan dengan kardus. Tuliskan nama kardus sesuai dengan barang yang teman-teman punya. Semakin sempit kamar, berarti kategori barang harus semakin keatas menyusunnya. Tidak lupa menabung untuk mempersiapkan membeli perabotan multifungsi yang bisa menyimpan banyak hal dalam satu tempat.

Kalau memang benar-benar sudah tidak sanggup mengatur isi kamar agar lebih maksimal, ya mau tidak mau. Kita harus bijaksana memilih barang yang harus kita relakan keluar dari kamar. Entah menuju gudang atau bisa kita jual. Jika kuliah, tentu barang semester 1 harus dikeluarga jika sudah 3-4 tahun disana. Jika kamar di rumah, lihatlah pakaian atau hal lain yang semestinya dikeluarkan untuk memberi kelegaan terhadap ruang pandangan kita di kamar.

Mendekor kamar? Kenapa tidak? Teman-teman mungkin bisa berbagi pengalaman mendekor kamar melalui kotak komentar dibawah ini.

26 Comments

  1. Aan 10/08/2014
  2. Yudi 10/08/2014
    • Hanif Mahaldi 10/08/2014
  3. Catcilku 11/08/2014
    • Hanif Mahaldi 12/08/2014
  4. ririn 14/08/2014
    • Hanif Mahaldi 14/08/2014
  5. Alid Abdul 15/08/2014
    • Hanif Mahaldi 15/08/2014
  6. Basri Abdullah 16/08/2014
  7. ndop 29/08/2014
    • Hanif Mahaldi 31/08/2014
  8. Toni 07/09/2014
    • Hanif Mahaldi 09/09/2014
  9. Jefry Dewangga 29/05/2016
  10. Andri 12/09/2016
  11. Andika 10/10/2016
  12. fauzi 10/06/2017

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *