Menjernihkan Pikiran Sejenak

Pikiran negatif selalu hadir dalam hidup kita. Hampir setiap detik, setiap jam, dan setiap harinya pikiran negatif ada dan datang. Sayangnya, hingga terlalu sering, kita semakin terbiasa dengannya. Lalu menganggap pikiran negatif adalah hal wajar dan patut untuk terus ada di dalam pikiran kita. Padahal, semakin lama tersimpan, semakin rusaklah pikiran kita.

Seorang inspirasi back to nature, Gobind Vashdev, memberikan beberapa ilmunya. Baik melalui seminar atau blog hingga bukunya. Saya membaca salah satu artikel di blognya. Ternyata benar, pikiran kita layaknya ladang sawah. Apa yang kita tanam itulah yang kita petik. Sama seperti sawah yang ditanami padi oleh pak tani, selalu saja ada hama pengganggunya. Baik itu rumput liar, hama serangga, tikus, dan lain sebagainya. Tugas pak tani selain menanam dan mengambil hasil, tentu menjaga sawahnya bebas dari serangan hama itu.

Begitulah pikiran, kita yakin dengan belajar, dengan seminar, bahkan membaca buku sudah kita lakukan. Ternyata masih juga merasa pikiran negatif menguasai pikiran kita setiap hari. Berarti kita harus selalu bisa untuk mencabuti pikiran negatif itu dari pikiran kita. Bagaimana caranya?

Seperti kata Gobind, pikiran seperti ladang sawah, berbeda hanya pada sisi fisiknya dan maknanya. Jika petani mampu mencabut rumput liar dan membuangnya, kita tidak bisa begitu. Pikiran negatif selalu lekat di dalam pikiran kita. Bahkan beberapa hal seperti tidak adilnya sikap orang tua kita pada kita semasa kecil, kejadian buruk di jalan raya, sampai bergaul dengan teman-teman yang berkata kotor, kita tidak bisa begitu saja menyaring pikiran negatif itu. Sampai mau tidak mau kita juga ikut tertular tanpa bisa menolak.

Kita hanya perlu merubah makna. Pikiran punya makna. Makna bahwa kita harus jujur pada diri sendiri, apa saja yang kita lakukan dan pikirkan hari ini yang kita anggap bagian dari pikiran negatif. Lalu kita sadari bahwa kita harus menggantinya.

Saya selalu berpikir apa yang saya tulis adalah bentuk ketidak pintaran saya. Anehnya walau pernah membuat buku, saya selalu berpikir buku saya buruk, jelek, tidak layak tulis. Terbukti dari beberapa kritik dan saran pembaca. Anehnya lagi, semua penulis hebat juga pernah begitu. Tapi kenapa saya yang tidak bisa move on untuk menulis lagi. Selalu merasa untuk bisa sempurna, tulisan diterima dengan baik oleh pembaca. Ternyata itulah pikiran negatif saya. Akhirnya saya harus mencabut rumput liar dipikiran.

Saya menggantinya, dengan berpikir, hidup ini indah dengan terus menulis. Harus tetap menjadi buku, baik buruknya diterima orang lain hanyalah sebuah perjalanan panjang menulis yang belum boleh berakhir disini. Ya, itulah pikiran negatif yang berhasil saya cabut selamanya di dalam pikiran.

Untukmu, cobalah mencari pikiran negatifmu, jujurlah bahwa pasti ada hal yang salah yang masih kamu kerjakan tapi kamu benarkan. Pikiranmu masih menyimpan banyak sekali hal-hal negatif yang perlu diubah sedikit saja untuk menjadi positif.

Semoga pikiran kita, tetap jernih, hijau anggun, layaknya hamparan sawah yang benar-benar menghijau.

Hanif Mahaldi

Seorang laki-laki, usia antara 25 tahun sampai nanti, kriting dan berkacamata, kulit sawo gelap, baru saja lulus tahun 2013 dari dunia perkuliahan. Seorang blogger, buzzer, dan penulis.

26 Replies to “Menjernihkan Pikiran Sejenak

    1. Iya mas gie, saya suka analoginya yg tentang sawah itu, mirip walau tidak sama, unik tetapi mengena. Semoga sawah kita tetap bersih dari hama hingga panen tiba.

  1. Intiya, kita harus tetap menanam pikiran positif, dan jika kalau pikiran negatif datang segara ubah cabut / menjadi pikiran positif :D

    1. bener, pikiran negatif pasti datang bahkan sudah berdiam lama di diri kita. Kadang kita membiarkannya dan menganggapnya wajar sebagai bentuk kelemahan dan batasan diri. Jadi harus segera dicabut.

  2. Kalau lagi sensitif, pikiranku guwampang berubah negatif. Orang becanda akan aku anggap serius, walhasil aku akan marah huahahaha..

    AKu kok ngantuk ya mas, padahal kerjaanku akeh loh.. tak turu disik ah, sesuk wae nglembur #eh

  3. Jadi teringat dengan pelajar dari dosen tentang “the law of attraction” nih mas. Pikiran negative memang membawa keburukan sehingga sebisa mungkin berpikir positif harus diterapkan :-)

    1. Iya, bener banget, teori itu pernah saya baca. Jika semesta mendukung, maka kita harus tetap berpikir positif, jangan sampai pikiran negatif menjadi kenyataan.

  4. benar kata mba zizy sisi negatif itu harus di keluarkan kalau tidak yang ada malah menyiksa batin kita karna seperti ada sesuatu yang menganjal. harus tau sikon atau tempat untuk mengekluarkan sisi negatif.

  5. Semua yang positif biasanya baik. Termasuk berfikir positif yang akan memancarkan aura positif pula. Hidup seimbang adalah hasilnya. :))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *