Menjadi Salah Satu Cerpen Horor Terbaik

Tidak ada yang menyangka, sungguh, kalau salah satu tulisanmu, menjadi salah satu tulisan terbaik. Ya, tentu bagiku juga begitu. Bayangkan kalau kamu ingin menjadi seorang penulis, lalu mencoba mengirimkan tulisanmu gratis, lalu tulisanmu itu malah banyak yang memberikan dukungan positif, apa rasanya? Senang, bahagia, menjadi sedikit gila? Hehe, begitu juga denganku.

Alhamdulillah, salah satu cerpen horor yang pernah aku terbitkan di tahun 2018 ini, iseng-iseng perdana, mendapatkan respon yang sangat positif. Walaupun masih gratis sifatnya, tapi sungguh saya tidak pernah menduga sebelumnya. Kamu bisa juga kok ngecek langsung tulisan saya itu di Google Play Book melalui Google Play di bagian menu buku di handphone kamu. Judulnya dibawah ini,

Oke, silahkan di cek ya. Itu belum update sih, sekarang kalau tidak salah sudah sekitar 70an ratingnya. Jumlah yang download sekitar 2400an akun atau orang, dan juga mendapatkan posisi sekitar 24-25 di Google Play Book untuk Top Free Book.

Syukur, akhirnya menjadi salah satu cerpen horor terbaik di Indonesia untuk versi Google Play Book. Karena saya rasa masih banyak penulis top nasional yang belum juga tertarik untuk mempublikasikan karyanya di Google Play Book. Jadi mereka masih mempercayakannya pada pihak penerbitan. Ya, setidaknya saya bisa mengambil sedikit kesempatan yang ada.

Kelebihan Cerita Horor Ini Apa?

Banyak cerita horor yang sudah saya baca. Seperti Danur lalu ada keluarga tak kasat mata, semua memiliki keunggulannya sendiri-sendiri. Begitu juga dengan cerpen saya yang ini berjudul, “Jangan Menoleh!”. Keunggulannya antara lain yaitu:

  • Paragraf pertama yang tidak mainstream. Coba cek artikel sebelum ini, saya sudah bahas di sana.
  • Paragraf pertama yang langsung merujuk pada tindakan. Jadi tokoh utamanya langsung melakukan sesuatu hal tanpa perlu intro atau pengantar terlebih dahulu.
  • Singkat, padat, dan juga GRATIS! Ya, saya juga tidak menampik kalau banyak orang mau baca cerpen horor saya ini karena gratis.
  • Cover desain yang pas. Sulit memang kalau untuk mengukur yang ini. Kenapa? Karena desain itu selera. Syukurnya, saya buat desain ini sendiri dan berhasil disukai banyak orang.
  • Promosi. Tidak banyak yang tahu, kalau salah satu dari tugas seorang penulis adalah mempromosikan bukunya. Ya, cerpen gratisan ini pun harus keluar biaya juga untuk promosi.
  • Pilihan tema yang tepat. Jadi ada tiga cerpen yang saya buat. Pertama tema cinta, kedua tema horor, ketiga tema thriller. Anehnya, tema horor ternyata disukai walau pun tema lainnya yang juga saya terbitkan di Google Play Book mendapatkan rating yang baik. Semua diatas 4. Tapi cerita horor ini masih menjadi favorit bagi pembaca dibandingkan cerita saya yang lain.
  • Latar tempat yang pas juga. Menceritakan latar tempat di gunung ternyata sangat tepat. Berbeda di cerita horor saya yang lain. Latarnya seperti sekolah, rumah, mungkin tidak begitu mengerikan bagi pembaca. Tapi di gunung dan dialami oleh para pendaki menjadi salah satu keunggulan.
  • Plot twist diakhir cerita. Tentu saya tidak sengaja menyelipkan pesan moralnya. Eh, ternyata terselip juga dengan maksud ingin membuat plot yang berbeda. Ini juga menjadi keunggulan karena plot yang tertebak itu sudah sangat biasa.

Cukup banyak ya keunggulan yang sudah saya jabarkan. Tapi tidak masalah kok, kamu juga kalau mau download, silahkan loh. Mumpung memang gratis.

Analisa yang Meleset!

Banyak penulis pemula dunia cerita fiksi seperti saya ini mengalami namanya sedikit halusinasi. Tidak tepat demikian memang, tapi karena ada hal tidak terduga membuat cerita itu disukai, tapi dicerita yang lain bisa tidak disukai. Ada cerita yang benar-benar melambung dan di download oleh banyka orang, ada yang ya, cuma segitu-segitu aja. Itulah alasan kenapa analisa menjadi meleset.

Dengan pengalaman ini bisa membuat saya mengambil pelajaran berharga kalau ternyata, cerita pendek bertema horor ini memang harus sering saya buat. Untuk memberikan hal yang pembaca sukai tentunya. Bisa menghibur, syukur atau kalau memang ternyata bisa menjadi yang makin banyak yang suka juga syukur. Patokan awalnya adalah diterima dengan menghibur terlebih dahulu. Dari data yang berhasil saya download ternyata hanya cerpen, “Jangan Menoleh” inilah yang disukai. Sisanya benar-benar belum ada yang mendownloadnya lagi.

Tidak Patah Semangat

Sebenarnya saya ingin memberikan ulasan menarik seputar salah satu buku yaitu Big Magic dan Sebuah Seni Untuk Bersikap Bodo Amat. Tapi di artikel selanjutnya saya ya. Di sini saya hanya ingin berbagi semangat lagi bagi kamu penulis pemula seperti saya yang belum berhasil menjual lebih banyak karya dan mendapatkan hasil berupa royalti yang kamu harapkan.

Semangat itu mengalihkan ketakutan menjadi tindakan. Itu saja. Memang saya mengambil banyak sekali cara memotivasi diri. Tapi kalau ketakutan kita terhadap sesuatu itu tidak bisa kita ubah menjadi tindakan maka, jalan terakhir adalah sadar kalau itu memang bukan untuk kita. Sekarang, seberapa kuat kamu ingin menjadikah hal itu milikmu. Hal itu apa sih? Hal itu adalah menulis, penulis dan menerbitkan novel.

Ketakutanku dalam menulis adalah karyaku tidak cukup baik dan tidak cukup punya standar yang layak untuk disandingkan dengan penulis-penulis nasional. Tapi nyatanya, ketakutan itu harus kuhadapi. Kuubah persis dengan tetap terus menulis, berani menerbitkan, walau hasilnya tetap tidak diketahui. Ketakutan itu menghalangi untuk menjadi lebih produktif. Dan kenyataan itu ada yang terjadi ada yang tidak. Tapi tindakan yang sudah kulakukan membuatku lebih berdaya dan lebih berani lagi untuk terus menulis. Entah apa kata orang nanti, tidak begitu kupikirkan. Jadi, bagimu, ayo bareng kita nulis.

Share Ke Teman-temanmu Ya...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.