Menenangkan Diri Saat Tidak Berbalas

Sudah berapa sering kita berdoa? Sudah seberapa sering kita menanti terkabul? Lalu tidak kunjung datang, kita merasa Tuhan tidak berpihak. Seberapa sering kita memberi bantuan pada orang lain? Sudah seberapa sering bantuan kita dianggap angin lalu? Sudah seberapa sering kita membantu, tapi orang itu selalu menyakiti hati kita? Lalu kita menjatuhkan vonis bahwa dia sudah tidak perlu kita bantu lagi.

Kita tidak bisa tenang. Saat kesabaran selalu dikaitkan dengan keterbatasan. Kita tahu kita bisa marah. Kita tahu kita juga bisa kecewa. Tapi kita tahu, kita bisa terus bersabar dan tenang sekarang. Saat semua yang kita beri, kita nanti, kita upayakan, usahakan, tidak kunjung datang. Kita perlu menenangkan diri. Saat semua yang kita beri untuk dunia, untuk doa, tidak kunjung berbalas. Tapi dengan apa? Bagaimana?

Sabar, hanya itu, lalu ikhlas kemudian, hanya itu. Hanya cara itu agar kita tetap yakin dan tenang bahwa doa kita pasti terkabul suatu hari nanti. Doa yang menjadikan kita seperti apa yang kita inginkan. Hanya cara itu agar kita tetap percaya, orang itu yang menyakiti hati kita setiap kali, bisa mengubah sikapnya kelak. Tidak akan berhasil sabar dan ikhlasmu, saat kamu tidak mencobanya, dan selalu mengeluh dipercobaan pertamamu. Hasil sabar bisa 10.000 kali mencoba. Atau hanya 1000 kali bagi orang lain. Berbeda-beda karena tidak sama situasi dan kondisi yang kita hadapi satu dengan yang lainnya.

Tenangkan diri, saat harapan untuk dapat sekolah yang lebih baik sirna. Tenangkan diri saat kuliah harus lebih lama lulusnya. Tenangkan diri saat teman-teman sudah menikah dan kita belum. Tenangkan diri, maka doa dan apa yang kita beri pada dunia, akan kembali kelak. Di hari yang memang kita akan menikmatinya sebagai kebahagiaan dengan kerendahan hati. Bukan dengan kesombongan diri sendiri.

Sudahkah tenang hari ini teman? Saya? Belum. Masih mencoba. Mari mencoba.

Hanif Mahaldi

Seorang laki-laki, usia antara 25 tahun sampai nanti, kriting dan berkacamata, kulit sawo gelap, baru saja lulus tahun 2013 dari dunia perkuliahan. Seorang blogger, buzzer, dan penulis.

12 Replies to “Menenangkan Diri Saat Tidak Berbalas

  1. ketika kita dihadapkan akan suatu masalah, sebaiknya memang perlu menenangkan diri ya mas, sehingga kita bisa mencari solusinya untuk atasi persoalan tersebut. Thanks ya sudah berbagi informasi yang menarik ;)

    1. Benar mbak, solusi datang saat kita tenang. Saat kita tidak tenang, pikiran kacau, yang ada malah mengambil langkah penuh emosi kemarahan, hingga penyelesaian malah memperburuk keadaan.

  2. bila ada yang mengatakan mungkin Tuhan menunda dikabulkannya doa barangkali demikian yang terjadi pada saya dulu, doa saya beberapa tahun yang lalu mulai beberapa terjawab beberapa waktu terakhir.

    mungkin ini cara Tuhan mengajarkan agar saya tetap terus berdoa dan beribadah lebih konsisten :)

  3. Jadi teringat kata-kata Rumi; Kemarin, saya hebat. Maka aku ingin merubah dunia. Hari ini, saya bijak. Maka aku ingin merubah diriku…

    Semua akan baik-baik saja Mas Hanif? Tenang saja…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *