Kita Ini Sering Buang-buang Waktu

Sebagian besar kegiatan yang kita lakukan ternyata wasting time. Ceile… Hehehe, benar kan adanya? Bayangkan saja ternyata waktu kita setelah era Friendster berakhir lebih sering menghabiskan waktu di dunia maya. Apalagi era iOs ataupun android juga semakin banyak dan umum. Harga gadget berOS itu sudah murah meriah. Paketan internet juga sudah bergiga-giga. So? Ya itu dia, kita semakin lama semakin sering membuang waktu.

Benar adanya sekarang kita lebih sering membuang waktu. Cek ke diri sendiri dulu. Seberapa sering hari ini membuka twitter atau facebook? Bahkan untuk hal yang produktif sendiri seperti jualan di facebook juga tidak maksimal karena dasar berjualan adalah bertemu konsumen, tidak hanya di facebook. Sehingga penjualan terjadi di facebook, tapi lebih sering buang-buang waktunya. Belum lagi kalau kamu bermain pinterest, path, dan beragam sosial media lainnya, wuih… makin habis waktu seharian ini.

Benar Salah?

Tidak ada pembenaran atau menyalahkan. Karena kita hidup di zaman serba modern. Serba praktis. Serba menembus batas-batas ruang dan waktu. Semakin mudah berkomunikasi. Semakin mudah juga untuk mengapresiasi diri. Bahkan sebelumnya seseorang itu introvert (pendiam) bisa sangat aktif di dunia internet. Atau mereka yang cenderung aktif (ekstrovert) juga semakin aktif karena adanya internet.

Tidak ada benar dan salah. Itu suka-suka kita kok menghabiskan waktu untuk hal apapun. Namun alangkah baiknya jika kegiatan online sebatas penunjang belaka. Bukan utama (kecuali memang pekerjaan dan bisnis mengharuskan online terus-terusan). Aktifitas offline menjadi sangat berharga sekarang ini. Tidak jarang banyak anak lebih suka bermain game online daripada bermain bersama teman-temannya di lingkungannya. Berkeringat, olahraga, menjadi hal yang mewah di tahun-tahun kedepan nantinya.

Gunakan Dengan Bijak, Ini Bukan Nasihat

Ya, saya bicara begini bukan untuk menasihati karena memang kita harus lebih sering keluar rumah untuk berinteraksi dengan banyak orang. Tidak hanya di dunia maya saja. Tidak hanya sebatas ngeblog, facebook, twitter. Saya pernah bertemu teman yang addict terhadap teknologi. Sedikit-sedikit ngecek handphone. Lihat twitter, lihat facebook, atau update path. Padahal dia sedang berkumpul bersama teman-temannya mengobrol.

Jangan sampai sosial skill kita tumpul. Saat bertemu orang akhirnya bingung membuka pembicaraan. Atau malah stuck karena bingung apa yang harus diobrolkan. Sangat disayangkan jika harus demikian. Atau malah saat bertemu saling diam. Fenomena ini bukan hal yang aneh loh. Karena saya merasakan saat menjadi banyak bicara sedangkan lawan bicara saya lebih banyak diam.

Oke, ulasan celotehan hari ini cukup ya. Tentang dunia maya dan wasting time-nya. Semoga kita tidak semakin merunduk karena gadget dan tidak menjadi manusia yang lupa bagaimana bersosialisasi dengan sesama.

Hanif Mahaldi

Seorang laki-laki, usia antara 25 tahun sampai nanti, kriting dan berkacamata, kulit sawo gelap, baru saja lulus tahun 2013 dari dunia perkuliahan. Seorang blogger, buzzer, dan penulis.

16 Replies to “Kita Ini Sering Buang-buang Waktu

  1. Mengatur waktu memang suka gampang susah ya Mas? Tapi memang mengatur waktu seefisien mungkin itu wajib dilakukan karena waktu yang hilang tak akan pernah kembali :)

  2. Seorang introvert pun sebaiknya belajar bersosialisasi. Saya termasuk yang kadang agak susah mengajak lawan bicara, tergantung siapa orangnya juga kali ya…

    1. saya juga introvet kok mbak, lebih rame di twitter daripada ketemu aslinya. Tapi ya sampai sekarang harus mau belajar ketemu orang baru atau lama dengan sedikit cerewet. Hehehe, agar skill sosial saya tidak tumpul.

    1. iya kang haris, server hosting trouble. Kemaren malah sempat database erorr. Ya, semoga bisa cepet clear.

      Hehe, maaf kalau menyinggung. Tidak bermaksud kok. :D

    1. Coba senam senyum di cermin. Belajar mempermudah tersenyum saat bertemu dengan orang baru ataupun lama. Sehingga bisa mengawali pembicaraan. Belajar juga memulai topik pembicaraan. Ringan, tidak perlu menyinggung politik ekonomi atau agama :)

  3. Bener banget nih, sy aja suka lupa waktu alias lupa waktu jika udah didepan lappy atau ngoprek gadget…
    Memanfaatkan waktu dengan bijak emang harus, walau pelaksanaannya bagi sy susah banget, harus sering diingatkan. Thanks ya udah mengingatkan. :)

    1. Iya, sama-sama. Intinya coba merenungi sudah berapa jam yg kita habiskan hari ini di dunia maya. Usahakan tetap seimbang dengan aktifitas bertemu orangnya. :)

  4. wasting time… hmmm.. jika tidak ada manfaat yang bisa di ambil di dalamnya.. saya rasa kata wasting time/ buang2 waktu itu kata yang tepat.
    ==
    Salam

    1. Iya mas, apalagi hajatan pernikahan. Molor waktunya bisa 1-2 jam lebih. Bahkan kalau acaranya sehari penuh, bisa datang pas malam-malam, padahal udah siap dari pagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *