Hati-hati dengan Pameran dan Diskon

Kali ini saya sedikit mengulik tentang diskon dan pameran. Beda, tapi intinya sama kok. Hati-hati dengan pameran dan diskon. Ya, begini, saya membaca artikel disuatu media internet, setidaknya penjelasannya seperti dibawah ini,

Lebih jauh Yudha mengungkapkan, berdasarkan survei yang dilakukan Lisuma Indonesia di 10 mal besar di Jakarta jelang perayaan malam tahun baru 2013, ternyata pelaku usaha sebelum menentukan besaran diskon satu barang, terlebih dulu menaikkan harga barang dari harga awalnya. Setelah itu, baru ditentukan berapa besaran angka diskon yang akan ditawarkan kepada konsumen. – gatra.com

Untuk lebih jelasnya, berita tersebut bisa dibaca di link dibawah ini,

gatra – diskon benar-benar ada?

Lalu jika memang benar demikian, kita juga harus selektif terhadap pameran. Tidak hanya diskon saja. Walaupun selalu saja kita pergi ke mall untuk mencari diskonan. Saya ingat sekali menjelang tahun baru selalu ke mall, untuk mencari celana jeans. Hampir setiap tahun, setidaknya 1 celana jeans bisa saya dapati. Namun, sangat jarang sekali, saya mencari produk keluaran terbaru. Selalu produk diskonan. Entah 20%, 30%, sampai 40%. Walau tidak penggila diskon, tapi saya juga pengen ikutan diskon midnight, sampai 90% dilelah gitu. Kan seru ya? Hehe, maklum, pencari diskonan adalah mereka yang ingin tampil trendi dengan budget yang tidak banyak-banyak amat, termasuk saya.

Lalu bagaimana jika semua itu adalah akal-akalan pengusaha? Agar barangnya tetap laku, itu ada benarnya. Prinsipnya, untung sekecil2nya tetap dianggap untung. Tidak perduli pelanggan yang rugi.

Hati-hati dengan pameran dan diskon

Data dari media internet yang saya kutip cukup mengejutkan. Setidaknya, kita berarti selalu dibodohi oleh pengusaha. Walaupun kita pasti bisa menilai suatu harga barang, mungkin kita ingin menargetkan suatu celana jeans, lalu ditahun depan kita membelinya, dengan mencatat harga sekarang. Agar kita lebih bisa menilai, benarkah diskonan menjadi lebih murah, atau malah sama saja, atau malah lebih mahal.

Masalahnya, jika benar barang itu masih ada disana. Jika tidak? Percuma akhirnya nunggu 1 tahun hanya untuk mengecek kevalidan suatu diskon. Hehe, kurang kerjaan ya? Tidak masalah. Kita iseng-iseng juga boleh.

Lalu foto diatas, saya berjaket hijau, berbaju steve jobs. Ganteng yak? *plak

Oke, fokus. Saya setidaknya hari ini datang ke acara pameran komputer dan laptop di Solo. Di Diamond kalau tidak salah. Bersama kekasih. Walau tidak ada niatan kesana, tapi kekasih ingin mengoleksi brosur. Tujuannya siapa tahu ada yang diinginkan dan bisa dibeli langsung ke tokonya setelah pameran usai. Cukup sulit mencari toko komputer di Solo. Kalaupun ketemu barangnya, mahal, ketemu tokonya, gak lengkap. Jadi kita ambil brosurnya.

Nah, di pameran ada diskon? Jika teman-teman cermat, diskon pameran itu halus sekali.

Contohnya ya sekarang ini, bayangkan saja, harga flashdisk selisihnya bisa seribu sampai dua ribu tiap oultetnya. Kita pasti mencari yang murah. Tapi kualitas? Saya pernah pengalaman beli flashdisk, murah, jatuhnya tidak sampai sebulan tidak bisa dipakai.

Ini dinamakan diskon juga. Padahal kalau lihat di internet, di toko online nasional, harganya bisa selisih jauh. Lalu kualitas? Di pameran tidak ada jaminan. Bisa dapat murah, tapi haduh, nasib deh. Salah siapa?

Kampus saya pernah mengadakan pameran, seorang teman bercerita, “jangan beli di pameran, perlakuan gudang untuk barang2nya mengerikan. Asal lempar dari truknya, pernah jatuh gak ketangkap tangan, padahal laptop itu.”

Walau ada garansi, tapi sayangkan garansi bisa dipakai 2-3 tahunan tapi belum setahun harus digaransikan.

Ya, hati-hati saja dengan pameran apalagi diskon. Boleh sih beli, asal jangan kalap juga. Soalnya jatuhnya tetap kita yang rugi. Mana ada produsen mau bagi-bagi kebaikan dengan memberikan diskon untuk produknya. Mereka kan juga butuh untung. Hehe, sekian…

Hanif Mahaldi

Seorang laki-laki, usia antara 25 tahun sampai nanti, kriting dan berkacamata, kulit sawo gelap, baru saja lulus tahun 2013 dari dunia perkuliahan. Seorang blogger, buzzer, dan penulis.

25 Replies to “Hati-hati dengan Pameran dan Diskon

  1. Dan aku sekarang, setelah ditempa penipuan berkali2, lebih memilih beli barang yg nggak diskonan haha.. ntar deh, postingan selanjutnya aku akan cerita betapa penjual kaskus ternyata ada yg aneh strateginya…

  2. aku jarang sih mas beli ke pameran, di sini kalau mau nunggu bentar atau pas sale itu barang barang bagus bisa miring harganya, kualitasnya benar benar bagus :)

    1. wah, enak ada yg begitu ya, di sini kalau mau harga miring ya pameran, diskonan, yg gak tahu juga kualitasnya bisa dapat bagus syukur, gak ya nasib. hehe.

  3. Aku juga sempet kepikiran seperti ini,,ternyata benar adanya. Jauh sebelumya harga di naikan, ketika waktu tiba Diskon, di turunkan seperti harga normalnya,,, jadi podo wae,,embel embel diskon 50 %,,,,,
    Walau begitu aku termasuk penggila diskon, meski udah tau jika diskon tak terlalu benar adanya :D

    1. Iya, ada ulasan beritanya, setidaknya ada survey dan mengatakan itu benar, sayangnya, masyarakat tetap membeli hal itu karena harga normal dianggap mahal. Padahal ya diskon juga harga normal, cuma barang setahun-dua tahun yang lalu.

  4. Nah aku termasuk orang yang suka terperdaya dengan diskonan apalagi baju hahaha. klo untuk elektronik saya gak cari diskonan soalnya klo beli gak pas di pameran hahaha. yg bikin nyesek klo di indomaret “knp gak beli dua aja mas, klo beli dua dapat tiga” dan saya nurut >_<

  5. menurut saya kata diskon itu tidak ada. itu hanya politik pendagang saja. contohnya memang harganya segitu, dibuat mahal. terus sama pedagangnya dikasin tulisan diskon yang emang harga sebenarnya harga dari diskon tersebut…

    1. kadang barang diskon hanya sisa barang stock gudang yg tidak laris laku+kadarluarsa mulai dekat.
      yaaahh mau gak mau pake discount abis 50%…
      hehhehe.e..e.

  6. tapi kalo menurut saya, faktor keberuntungan masih berlaku ya… kadang dapet barang yang bener2 kurang beruntung kadang juga dapet barang yg bener2 awet. hihihihi

  7. kayanya si emang bener dinaekin dulu harganya, sy sering liat sepatu/sendal misalnya dengan merk tertentu ga masuk akal harga awalnya terus dikasih diskon deh 2x malah 50% + 20% ujung2nya tu harga sendal cuma 100ribuan.
    Padahal kalau diliat dari merk & kualitasnya emang kayanya si aslinya 100ribuan walau ga ada diskon juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *