Ebook Masih Relevan di Era 2013?

Jika temen-temen bertanya demikian, jawaban saya, YA! Lantas atas dasar apa nih kok bilang begitu? Sebelum penjelasan lebih jauh, coba kita lihat di era tahun 2000an pertama kali. Internet baru booming-boomingnya. Saat friendster dan multiply masih eksis dan mereka harus kolaps sekarang, tentu setelah melewati 13 tahun, era internet semakin menggila (agak heboh, hehehe). Perkembangannya dilihat dari 2 faktor besar. Yaitu semakin banyaknya para blogger di Indonesia (tidak berbatas usia) dan juga semakin banyaknya toko online (dulu toko online dikuasai perusahaan besar seperti bhineka sekarang siapa saja sudah bisa buat). Lalu dari mananya Ebook itu perlu dan harus ada di era 2013?

Begini, tahun ini saya lulus juga dari dunia kampus (alhamdulillah). Jika teman-teman tahu, ternyata literatur atau jurnal penelitian dari luar negeri berbentuk PDF. Sangat jarang ada buku cetaknya. Jikapun ada, harganya sangat mahal untuk dibeli (bayangkan 1 buku kuliah yang pernah dipegang profesor saya harganya diatas 1 juta rupiah kalau di uangkan). Tentu bagi mahasiswa ini sangat menyulitkan. Tapi pembuat buku/pengarang buku kuliah itu yang tentu seorang peneliti atau dosen dari luar negeri sudah mengerti bagaimana harus bertindak. Sehingga buku yang dia buat juga disediakan dalam bentuk PDF. Entah nantinya kita akan mendownload dan membacanya saja atau hingga diprint itu terserah kita. Tapi ketersediaan buku digital ini sudah dirasakan baik manfaatnya.

Jika sudah masuk ke ranah dunia pendidikan tinggi, kampus atau universitas, maka perkembangan Ebook nantinya bisa masuk ke semua kalangan. Ibu-ibu butuh resep masakan setiap harinya. Tapi membuka internet setiap hari dan browsing itu memakan waktu dan biaya internet. Cukup mendownload resepnya berupa Ebook lalu dibaca secara offline baik melalui handphone atau gadget lainnya. Menarik kan? Ibu bisa memasak santai, tanpa pusing browsing kesana-kemari. Perlu contoh lagi? Ok.

Seorang yang sedang travelling akan membutuhkan panduan baik online maupun offline. Walaupun bepergian pasti mempersiapkan hal yang online, tapi tidak setiap saat kan online? Belum lagi jaringan internet di Indonesia tidak merata. Untuk mensiasatinya, mereka yang travelling harus mencatat lokasi tujuan, tempat penting, nomer penting, dalam satu wadah. Jika ada yang menyediakan misalnya jalan-jalan ke ujung kalimantan dalam bentuk Ebook, tentu para petualang ini cukup membuka gadget yang berisi Ebook informasi tentang ujung kalimantan, Tanpa terpengaruh dengan sulitnya jaringan internet.

Tapi Bisakan Kita Cukup Save Page As dari Browser dan Kita Buka Lagi

Bisa, asalkan kamu tidak bingung dan terbiasa dalam managemen file dan folder dari gadgetmu. Tapi kadang tidak semua terload sempurna. Misalnya saja tidak semua gambar masuk dalam ukuran halaman yang telah disimpan dalam file berbentuk HTML. Inilah fungsi pembuatan ebook.

Penjelasannya cukup sekian ya. Ini hanya informasi iseng saya yang suka sekali baca ebook macem-macem dan kadang ebooknya tidak jelas. Untuk pembahasan tentang ebook saya coba di lain waktu lagi. Jika teman-teman masih belum terbiasa baca ebook, cobalah membaca sedikit demi sedikit. Baca atau cari ebook yang tidak sampai 50 halaman. Jadi lebih mudah dan lebih santai membacanya.

22 Comments

  1. papapz 15/11/2013
    • Hanif Mahaldi 15/11/2013
  2. bocah petualang 15/11/2013
    • Hanif Mahaldi 15/11/2013
  3. @damae53 15/11/2013
    • Hanif Mahaldi 15/11/2013
  4. giewahyudi 15/11/2013
    • Hanif Mahaldi 15/11/2013
  5. Zizy Damanik 15/11/2013
    • Hanif Mahaldi 15/11/2013
  6. Idah Ceris 16/11/2013
    • Hanif Mahaldi 17/11/2013
  7. Ibnu Ch 18/11/2013
    • Hanif Mahaldi 18/11/2013
  8. Ngetekno 18/11/2013
    • Hanif Mahaldi 18/11/2013
  9. Yos Beda 18/11/2013
    • Hanif Mahaldi 18/11/2013
  10. isnuansa 18/11/2013
    • Hanif Mahaldi 18/11/2013
  11. Fuadi Mukhlis 17/04/2014
    • Hanif Mahaldi 18/04/2014

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

CommentLuv badge