Dukung Mancherster United Itu Cuma Ikut-ikutan Kok, Ciyus?

Pertandingan semalam, kebetulan Manchester United disiarkan di SCTV. Lawan musuh papan atas dan masih menduduki posisi pertama yaitu Arsenal. Ok, begini ceritanya. Biasanya saya sudah tidur di waktu jam 12 malam tepat. Lewat dari itu gak karuan deh paginya ngantuk-ngantuk dan mengatur jam tidur di besok harinya. Karena semalam liga inggris itu bermain jam 11 malam, jadi okelah kalau dicoba untuk nonton.

Dukung siapa? Jelas dukung Manchester United dong. Oke, kenapa? Gak tau. Zonk…!

Hehehe, kalau ditanya begitulah. Sebenarnya tim kesukaan untuk sepakbola sejak kecil adalah Lazio. Karena dulu mainnya sama anak tetangga itu ya liga itali. Bukan liga inggris. Eh, semakin dewasa liga inggris yang paling sering heboh dibahas dimanapun. Untuk dukungan pada United, sebenarnya itu karena jaman kelas 2 SMP. Setidaknya tahun 2004. Saya sering sekali main ke rumah teman dimana dia punya playstation dan bermain wining eleven setiap saat terutama dihari libur. Ternyata, teman saya ini fans berat United. Dari segi apapun. Dari pemainnya hapal. Dari pelatih, taktik tim, dan berita klasemennya hapal. Saya? Nah, itulah awal mula ikut-ikutan.

Di tahun itu, tentu masih ada ruud van nistelrooy, kemudian ada cristiano ronaldo, sebenarnya ada rooney juga tapi belum main full di tim setan merah itu. Itu saja di kaset playstation sudah ada pemain-pemain hebat itu. Selalu saja jika teman saya bermain dan menggunakan tim itu, selalu menang melawan saya. Mau tidak mau untuk liga inggris saya harus mencari kompetitor yang kuat untuk melawannya. Kadang harus mencari di klub spayol, itali, belanda agar tetap bisa menang. Jadi tidak ada klub tetap yang saya pilih untuk bermain playstation waktu itu.

Waktu Berlalu dan Melupakan Semuanya

Itu kan dulu waktu kelas 2 SMP. Setelah itu tentu, kami punya kesibukan sendiri-sendiri. Oke tentu kesibukan itu mengalahkan kebersamaan bermain playstation. Sampai berpisah menjelang kuliah. Eh, berangkat kuliah ke Jogja, ketemu lagi sama orang-orang yang suka bermain winning eleven. Di awal kuliah sudah modern. Jadi permainan sepak bola diganti dengan PES (pro evolution soccer) yang dimainkan melalui laptop. Kerajingan sepak bola bangkit lagi. Apalagi di kuliah teman begadang banyaknya bukan main. Ini semua demi bola.

Lah-lah, jadi dukung United bangkit lagi? Gak coba dukung yang lain? Saya bukan pecinta bola. Dukung United juga buat seru-seruan. Sebenarnya kalau lagi nonbar, mau dukung siapa saja itu kan terserah kita. Tidak perlu diambil pusing. Tidak perlu loyalitas karena toh kita hanya penikmat saja. Hehe, bahkan sampai detik ini saya tidak punya jersey tim manapun. What!? Hehe, lebih enak pakai baju distro atau yang lainnya saja.

Ciyus… Dukung United itu cuma ikut-ikutan semata. Tidak lebih dan tidak kurang. Tetap santai dan menikmati pertandingan. Kalau menang kita senang, kalau kalah ya dimaki habis-habisan (tutup telinga aja enak). Hahaha. Dukung United karena main game sepak bola. Agar bisa menang. Bagaimana dengan kamu? Dukung tim apa? Apa malah gak suka sepak bola?

Hanif Mahaldi

Seorang laki-laki, usia antara 25 tahun sampai nanti, kriting dan berkacamata, kulit sawo gelap, baru saja lulus tahun 2013 dari dunia perkuliahan. Seorang blogger, buzzer, dan penulis.

33 Replies to “Dukung Mancherster United Itu Cuma Ikut-ikutan Kok, Ciyus?

  1. sejak kenal bola dari kecil udah seneng AC Milan om..
    bahkan sampai sekarang di masa krisisnya pun masih setia dukung milan..

    hehehe forza milan!

  2. kalau saya malah pedukung fanatis barcelona, om? Sama seperti ngeblog, saya tidak tanggung-tanggung buat mendukung sepenuhnya tim kesayangan.

    bola itu asik tau om? Bayangkan ada dua moment yang berbeda dan saling berhadapan. Menang-kalah. behagia-sedih.

    asyiknya, ketika dua moment tersebut dishoot secara bersamaan.

    itu dulu dech…salam

    1. hehe, iya sih pak, setidaknya jangan sampai dari bola hal negatif lahir. Makanya kalau nonbar, saya pilih tempat yg netral atau dukung satu tim saja. Soalnya kalau ada dua tim satu tempat bisa2 jadi was-was nontonnya. :D

  3. Kalau saya sih, nggak suka lihat bola, jarang nonton tivi juga, tapi kalau memang lagi lihat, dan acaranya sinetron semua ya lebih baik liat sepak bola.

    Paling seneng lihat olah raga di tivi ya MotoGP :D

    Salam kenal mas Hanif.

  4. Yang fanatik bola, klub fave sudah kayak agama. Bisa berantem dan sensi.
    Saya tak fanatik bola, hanya ikut-ikutan juga. Tapi memang gak pernah suka sama MU. Ya ga suka sama siapa2 sih. Chelsea iya, sekarang, karena suami suka itu jadi saya ikut saja :).

    1. hehe, iya mbak, sik asik aja sebenarnya. Jadi mau yg mana saja boleh. Kadang saya lebih tidak konsisten. Mendukung yg menang. hehehe, padahal yg menang bisa siapa saja.

  5. saya pendukung MU dan benar-benar pendukung sejati :D
    dari SD kelas 4 mas.. sampai sekarang.. gak pernah ganti klub..

    mgkn kalau liga Italia dl sering jagoin Roma pas ada Batistuta

  6. saya tidak terlalu fanatik mendukung club bola, kalo pertandingan seru, apalagi sudah ada iklannya gembar-gembor saya akan menontonnya, nonton bareng saya paling suka…teriak bersama terasa jadi lebih mengasyikkan.. :-)

  7. Dulu sempat suka bola,liga itali jg tapi itupun ikut2an awalnya :D tapi sejak berkeluarga dan suami gak suka bola,ikut2an juga gak terlalu suka bola #halagh gak punya pendirian :)

  8. Waktu berbalik balik, mas atau saya yg tidak setia yaa..
    dulu saya termasuk MU hater kelas atas dan lumayan ngefans sama Liverpool, tapi sekarang justru kebalikannya, saya sekarang jadi pendukung MU dan jadi Liverfools hater..

  9. kalau saya mencermati, orang-orang yang senang bola pada tahun 90an atau 00an, lebih banyak yang jadi penggemar tim2 asal Italia seperti Inter, Juve, Milan, dll. Mungkin itu karena Liga Italia jauh lebih bergensi ketimbang liga2 lainnya di Eropa (saat itu). Tapi sekarang kayak udah berubah, banyak orang-orang yang suka sama tim2 asal Inggris dan Spanyol. Ya udah sih, yang penting Forza INTER :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *