Dedikasi yang Tertukar dari Bang Tere

Sudah lama tidak posting disini. Sebenarnya ingin, tapi lagi menggarap blog inggris untuk disiapkan bisa mendapatkan pendapatan dari google. Hehe, yah, masih belajar sih, sebelum terlambat. Oke, sedikit cerita, seorang adek angkatan di kampus menshare statusnya bang Tere. Siapa itu bang Tere? Bang Tere itu ya Bang Tere Liye. Seorang novelis yang ku kenal dari bukunya yang pernah ku beli dan tidak sesal ku membelinya. Judulnya, “ayahku (bukan) pembohong”.

dedikasi yang tertukar dari bang tere liye

source: http://www.was-was.com/2013/12/kumpulan-kata-kata-novel-tereliye.html

Tapi saya bukan membahas soal novel beliau, tapi soal status facebook yang bisa rekan-rekan baca langsung di link berikut, saya sisipkan link karena terlalu panjang kalau di copy paste disini,

Dedikasi yang Tertukar

Termasuk saya yang hingga usia menginjak 25 tahun ini masih bimbang akan proses kehidupan. Sederhananya dijelaskan oleh bang Tere Liye, tidak ada jaminan sesuatu yang kita kerjakan bahkan lebih dari 1-2 tahun atau sampai 12 tahun akan berhasil. Lalu mendapatkan piala, penghargaan, menjadi pemenang, dapat banyak uang dan sebagainya. Terkadang malah mereka yang baru mencoba 1-2 tahun sudah bisa mendapatkan itu semua. Seperti dedikasi yang tertukar kan?

Bang Tere Liye menyimpulkan bahwa tidak ada yang tertukar. Karena jika kita mencoba 12 tahun akhirnya kalah dengan orang lain yang telah mencoba 1-2 tahun saja, kita masih memiliki yang dinamakan proses kehidupan, kedewasaan, dan kematangan dalam diri sendiri. Ah, jika harus flashback, saya sudah mulai ngeblog tahun 2008. Hingga sekarang berganti-ganti blog dan sekarang blog ini akan saya coba untuk tetap hidup. Saya memang mencoba 7 tahun ngeblog, tapi gak kaya-kaya juga dari blog. Namun seperti yang bang Tere Liye katakan, saya mendapati kematangan diri, kedewasaan diri. Rizki memang rahasia Tuhan, jika memang Tuhan belum mengijinkan dari blog pribadi ini menghasilkan uang, berarti ada jalan lain meraih rizkinya.

Oke, bagaimana dengan teman-teman? Masihkah teguh dan etos dalam mencoba dan mencoba lagi? Atau sudah menyerah mencoba dalam 1 tahun kemarin?

Saya sendiri masih terkagum-kagum dengan status-status bang Tere Liye. Dengan lugas menjelaskan sesuatu, panjang lebar, agar tidak bingung. Beliau bukan motivator, tapi telah menginspirasi saya dan membuat saya untuk tetap bertahan.

Nb: saya bukan mengidolakan beliau, tapi kadang status beliau ada yang saya suka. Hehe.

15 Comments

  1. ndop 14/01/2015
    • Hanif Mahaldi 18/01/2015
  2. Nur irul 23/01/2015
    • Hanif Mahaldi 11/03/2015
  3. @bangsaid 23/01/2015
    • Hanif Mahaldi 11/03/2015
  4. Ijal Fauzi 25/01/2015
    • Hanif Mahaldi 11/03/2015
  5. Jon Boros 27/01/2015
  6. adi pradana 07/02/2015
    • Hanif Mahaldi 11/03/2015
  7. wardam 15/02/2015
  8. Putri 24/02/2015
  9. Jefry Dewangga 18/04/2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *