Buku Talijiwo yang Epik Banget

Buku Talijiwo yang Epik Banget

Jendro dan Sastro adalah tokoh dalam cerita berbentuk storytelling karya Mbah Sujiwo Tedjo ini yang epik sekali. Kenapa? Mereka bisa menjadi suami-istri, bisa menjadi bujangan, bisa menjadi kakek-nenek yang punya cucu, bisa jadi anak, bisa jadi teman dan musuh sekaligus. Keren pokoknya. Hanya menggunakan dua nama saja, setidaknya beliau bisa menciptakan cerita yang sepertinya menyambung padahal tidak. Setiap babnya adalah cerita yang berbeda-beda. Uniknya lagi, untuk pembaca yang tidak begitu menyukai sastra berat, karya yang satu ini bernama Talijiwo sangatlah ringan. Bisa dibaca setengah hari selesai. Luar biasa pokoknya.

Sebentar, kok bagus-bagusnya aja? Tentu. Kurangnya cuma bahasa jawa sih. Memang sudah disediakan catatan kaki diakhir buku tentang makna dari bahasa jawa dalam percakapan yang terjadi. Karena saya bacanya pakai Ipusnas dan melalui hape, gratisan, dari perpus nasional, rasanya bolak balik ke halaman belakang untuk ngecek artinya jadi males juga. Hehe. Sisanya keren abis.

Pertama yaitu pembahasan tentang isu sosial, politik, dan keadaan sekarang yang kalau anak milenial seperti saya bilangnya, cocoklogi ala wahyudi dari buku ini sangat halus sekali. Perpindahan dari paragraf ke paragrafnya jelas tidak mungkin ditebak. Lah, Mbah Tedjo ini istilahnya otak-atik-gathuk kok. Jadi percakapannya apa, bisa nyambung ke mana. Jadi ya gado-gado dan nano-nano. Ibarat kata, pepatah, metafora, hiperbola, apa pun itu namanya, ada semua di buku ini. Bisa buat belajar juga kalau kamu mau jadi penulis, membuat tulisan yang sulit tertebak. Tentu harus pakai analogi yang pas ya. Contohnya, bisa lihat gambar di bawah ini deh.

Nah, paham ya? Keren beneran. Jadi ngerti sudut pandang Mbah Tedjo dalam menilai apa pun itu cenderung netral dan kita yang disuruh mikir sama ambil keputusan. Artinya ya, kembali lagi pada diri kita. Pembahasan saya soal Talijiwo ini gak banyak kok. Kelebihan mengaburkan maksud asli tapi tampak aslinya yaitu isu sosial dan politik kental disini. Saya tidak tersinggung dengan apa pun yang ada di buku ini. Malah sesekali tertawa dan tidak menduga maksudnya akan seperti itu. Penasaran? Bisa dibeli di toko buku atau baca di Ipusnas. Download saja lewat hape.