Buku Cara-cara Tidak Kreatif Untuk Mencintai

Buku Cara-cara Tidak Kreatif Untuk Mencintai

Satu kata pembuka untuk artikel kali ini adalah saya salah beli buku. Hahaha. Jelas aneh, kan? Hobi ke toko buku bisa salah beli. Karena tujuan utama ke toko buku untuk mencari buku perihal cinta sebagai bahan bakar menulis cerita cinta yang bisa kamu lihat di Google Play Book, eh, saya penasaran sama judulnya. Cara-cara tidak kreatif untuk mencintai dari Theoresia Rumthe dan Weslly Johannes adalah buku puisi. Duh, mati gak mungkin dikembalikan. Lucu kalau alasannya salah beli buku. Di bagian belakang buku, tepat ada barcode, maka di sanalah kategori buku itu tercantum. PUISI dan 17+. Puisi porno? Ternyata bukan. Puisi cinta yang menggebu-gebu. Ya sudah, mau tidak mau saya baca dan habiskan juga.

Kenapa begitu menyesal? Karena buku puisi sulit untuk dipahami. Lebih enak dinikmati. Tapi menuh-menuhin rak buku. Mau dijual belum tentu ada yang mau. Mau dikasih, sebagian malah bilang, “baca aja di tempatmu,” mereka gak mau bawa pulang. Lah gimana nih? Jadi, saya baca dulu, pahami kalau bisa, nikmati juga sulit. Beberapa pernyataan dalam buku ini berhasil membuat cerita saya lebih menarik. Tapi sisanya yaitu, pusing maksudnya bagaimana.

Saya akan ambilkan beberapa kutipan yang bisa kamu nikmati juga berhubung sudah sampai di artikel ini:

Pertama dari Theoresia Rumthe ya,

  1. Sepagi ini, sudah mendamba sesuatu yang instan, seperti: mie goreng pakai cabai atau ciuman kekasih.
  2. Jangan lupa mandi, walau tak semua hal dapat dibersihkan.
  3. Tak selalu sehat, tak selalu senang, tapi semoga kita tetap keren dan bertahan.
  4. Aku ingin mencintaimu dengan keras kepala.
  5. Begini, kerjakan sesuatu jika ada yang menggerakkanmu dari dalam. Jika tidak, jangan paksakan termasuk cinta.

Kedua dari Weslly Johannes ya,

  1. Bergama itu berbuat baik, tanpa merasa dirimu yang terbaik.
  2. Cinta adalah kopi. Kurangi gula dan omong kosong.
  3. Rindu memang seperti barisan mobil di kemacetan. Pelan, sangat pelan, tetapi tak pernah kehilangan tujuan.
  4. Cinta bukan tentang kita, tetapi tentang apa yang harus kau dan aku perbuat dengan kekuatan sebesar itu.
  5. Aku percaya semua yang ada padaku bukan milikku sehingga, bagiku, memberi sebenar-benarnya adalah memulangkan.

Nah, itu ya, ada sepuluh totalnya. Tapi seberapa banyak? Banyak sekali. Ada 154-157 halaman dan setiap halamannya akan berisi puisi-puisi cinta. Saya menyukai dari miliki Weslly yang nomer 4. Cukup memukul hati. Padahal sudah lama sekali tidak berpuisi. Terkahir kali saat SMA. Itu juga semakin usang dan bapuk. Eh, tiba-tiba takdir memilihku untuk bersama buku ini. Entah mungkin nanti akan segera kuberikan pada orang lain kali ya? Lebih baik sih begitu. Karena aku bukan penggemar puisi.

Hal terakhir yang tidak begitu kusukai tentang buku ini adalah banyak membicarakan soal bibir. Huehehe. Hal terakhir yang kusukai adalah bahwa pembicaraan bibir itu begitu jujur dan lugas. Tidak salah kalau memang buku ini berstatus 17+. Jadi bagi kamu yang masih anak-anak apalagi remaja, coba ditahan dulu dan silahkan beli buku puisi yang lain.