Apakah Toko Online Anda Sudah Efisien?

Lebih penting efisiensi atau efektif

Halo, gimana kabarnya? Semoga baik ya. Oia, untuk mengembalikan semangat nulis lagi, kali ini blog ini akan terus update masalah seputar dunia sukses. Entah bisnis atau kerjaan.

Jalan-jalan di Youtube harus efektif dong. Kalau cuma nonton video hiburan jelas kita gak akan nambah ilmu. Saya akhirnya tedampar nih di salah satu video milik Bapak Tom MC Ifle.

Beliau seorang pakar yang menjelaskan tentang banyka hal terkait dengan bisnis. Sharenya bener-bener praktisi dunia korporat artinya gak cuma ngomong karena buku atau pengalaman pribadi yang sekiranya masih kurang relevan. Saya sendiri juga terjun di dunia usaha dan karyawan, tapi jelas sama pengalamannya Pak Tom ini jelas jauh berbeda. Dalam videonya, saya tertarik dengan satu pembahasan yang disebut, efektif dan efisien.

Bisnis atau toko online yang efektif itu apa sih? Pak Tom menjelaskan, efektif itu kena target. Misal kita mau target bulan ini bisa jual 100 pcs produk seharga 100 ribu dengan mengeluarkan iklan 10 juta rupiah. Target bisa kita dapatkan. Sayangnya tidak efisien. Jadi efisien sendiri adalah berusaha untuk bisa mencapai target 100 pcs tadi. Maka tidak dengan mengeluarkan begitu saja biaya iklan 10 juta rupiah. Bisa dibagi menjadi 5 juta untuk iklan, sisanya untuk menghire seseorang yang mampu membuat iklan yang menarik.

Itu ilustrasi saya ya, dengan Pak Tom beda. Bisa dicek videonya. Tapi intinya sama. Lalu kesimpulannya, Pak Tom ingin agar kita atau kamu sebagai yang punya toko online itu bisa efisien dibandingkan efektif. Artinya efisien haruslah menjadi prioritas utama baru efektif. Jadi tidak menyampingkan keduanya. Bersamaan tapi prioritas yang efisien dulu.

Saya akan bahas satu dari penjelasan Pak Tom. Yaitu SDM yang skillful.

Jujur kalau baru buka toko online, mencari karyawan yang punya kemampuan seperti yang kita inginkan itu sulit. Bahkan kalau toko online kita belum punya nama atau belum terkenal. Karyawan bisa dilatih menjadi terlatih. Tapi juga butuh waktu. Saya kasih contoh pencarian karyawan di bidang garda depan atau costumer service bagi toko online.

Toko Jilbab Nadiya sudah bisa menjual setidaknya 10 pcs jilbab sebulan. Dilakukan oleh ownernya sendiri setiap hari. Tapi hasilnya tidak meningkat atau bisa meningkat hanya saja owner tidak mampu menghandlenya. Lalu kita cari karyawan. Tidak beruntung karena tidak berhasil menemukan karyawan yang sesuai dengan kemampuan yang kita inginkan. Jadi seadanya nih. Yang penting dia kerja.

Hal ini tidak efisien juga tidak efektif. Karyawan itu hanya bisa menjual kurang dari 10 pcs per hari. Hingga sebagai owner mau tidak mau juga ikut kembali mengerjakan hal yang seharusnya sudah harus diberikan wewenangnya pada karyawan. Akhirnya penjualan meningkat. Jadilah 15 pcs sehari.

Seiring berjalannya waktu, owner mencari lagi karyawan karena karyawan pertama telah mampu beradaptasi dan mampu setidaknya mencapai 8 pcs penjualan perhari. Sayangnya sekali lagi nih. Tidak kunjung juga mendapatkan karyawan yang kemampuannya setara owner dalam posisi sebagai costumer service. Hal ini dilakukan lagi, mendidik karyawan, dan mencari lagi. Terus hingga mendapatkan 5 karyawan yang bisa digaji dengan penjualan setidaknya 25 pcs sehari. Seharusnya bisa 50 pcs sehari. Tidak efisien dan tidak efektif. Bagaimana nih?

Kejar Efektif Dengan Buku Panduan Kerja Atau SOP

Saya yakin kamu yang pernah jualan pasti tahu persis bagaimana menyapa pelanggan, bagaimana melakukan follow-up (bertanya kembali pada konsumen apakah ingin membeli atau tidak), dan membina hubungan baik dengan konsumen agar menjadi pelanggan yang melakukan pembelian berulang.

Hal ini bisa saja dilakukan owner dengan cara melatihnya langsung. Hanya saja pasti pada lupa. Ini pengalaman nyata. Saya berinisiatif sebagai team leader untuk bisa menulis semua SOP dari menyapa konsumen baru sampai pelanggan. Dari membina hubungan baik hingga mengatur emosi dan mental saat sedang suntuk menghadapi konsumen. Semua tertulis, di print dan menjadi buku panduan yang harus dibaca berulang oleh para costumer service.

Walaupun tentu tidak terjadi efektifitas namun setidaknya bisa mencapai batas minimum pekerjaan. Semisal contoh diatas, jualan jilbab, maka jangan sampai costumer service di suatu hari malah cuma bisa menjual kurang dari 5 pcs. Bagaimana sudah dibuatin tapi kok masih saja ya tidak bisa mencapai batas minimum? Artinya kamu harus bisa memberhentikan dan menggantinya dengan yang baru.

Paham ya? Ini cara sederhana yang murah dan mudah. Prakteknya memang makan tenaga dan waktu. Tapi sebagai pembelajar tentu ini sangat penting. Agar tidak ada lagi kesia-siaan. Para karyawan juga bisa belajar untuk bekerja sesuai dengan SOP yang telah diberikan.

Menggunakan Teknologi Modern Digital

Nah, yang kedua dengan teknologi modern. Contohnya begini, kalau kamu buka usaha tambal ban, tentu alat sederhana yang digunakan kan? Tapi kalau mau lebih efektif bukan dengan menambah karyawan dan membeli alat yang sama. Tapi dengan karyawan yang sama, beli alat yang lebih modern. Sehingga jika satu karyawan bisa menangani tambal ban sebanyak 5 konsumen sehari, maka dengan alat modern bisa mencapai 10 konsumen. Nah, baru bisa menambah karyawan.

Oke WA Pro

Di toko online pun begitu. Sama. Jika kamu cuma mengandalkan konsumen datang ke website, lalu mengontak costumer service, maka konsumen lebih besar akan menghindar. Atau akan terjadi penumpukan konsumen di satu costumer service saja. Sehingga tidak efektif. Bahkan tidak efisien. Ada teknologi baru yang bisa digunakan agar terjadi pembagian rata komunikasi antar konsumen dengan costumer service.

Salah satunya adalah okewa.pro. Ini merupakan plugin yang efektif dan efisien untuk berkomunikasi dengan konsumen yang datang ke toko online. Apalagi kamu yang pakai toko online berbasis WordPress seperti blog punya saya ini. Biasanya, pengunjung itu tidak langsung beli. Tapi pengen tanya dulu dan pengen ditanggapi dengan cepat atau responsif. Cepat tanggap istilahnya. Sayangnya, banyak toko online tidak begitu. Sehingga konsumen jadi malas melakukan pembelian karena masih ada yang mengganjal di pikirannya.

Metodena mudah kok. Tinggal dipasang lalu ada panduannya yang bisa diikuti agar nanti, bisa meratakan jumlah konsumen untuk tidak costumer service. Jadi tidak ada lagi ketimpangan konsumen yang cuma ada di satu costumer service. Contohnya yang sering terjadi, di toko online di pasang pemberitahuan bahwa ada costumer service yang online itu 3 orang. Dinamakan CS 1, CS 2, CS 3. Semua aktif. Tapi orang secara tidak sadar memilih untuk mengobrol sama CS 1 saja. Sehingga terjadilah 10 konsumen masuk ke toko online dan cuma ngobrol ke CS 1. Akhirnya tidak dapat tertangani dengan baik semuanya.

Berikan Metode Lawas Yaitu Reward

Kalau kedua cara diatas sudah dipakai tapi masih keok juga gimana ya? Maka perbaiki lagi sistem penggajian karyawan. Costumer service merupakan garda depan yang mana gajinya tidak bisa stagnan. Kalau kamu memaksakan gaji karyawan stagnan maka mereka tidak termotivasi. Semisal nih, pemberian komisi atau reward.

Kalau contoh jualan jilbab tadi karyawan cuma bisa menjual 5 pcs atau setidaknya sampai 10 maka, akan ada tawaran dari owner untuk bisa menjual 20 pcs. Yang mana setiap hitungan penjualan ke 15 di hari yang sama akan mendapatkan bonus penjualan 5%. Ini misalnya loh. Silahkan dipikirkan ya, reward apa yang bisa memotivasi mereka.

Kalau tidak komisi gimana? Bisa diberikan bonus. Seperti, total penjualan costumer service paling tidak selama sebulan adalah 150 pcs. Maka kalau bisa mencapai 200 pcs akan mendapatkan bonus yang akan ditambahkan pada gaji. Bonus tidak melulu soal uang. Bisa liburan yang dibiayai, bisa hadiah benda atau lainnya.

Tapi hal ini harus transparan dan juga konsisten. Agar costumer service tidak merasa sedang dikerjai oleh ownernya. Untuk itu, reward harus tetap diberikan kalau sudah mencapai target kesepakatan. Bahkan kalau perusahaan sedang kolaps sekali pun.

Bagaimana dengan punishmen? Lebih baik hindari ini. Buat saja perjanjian atau kontrak kerja masa tenggat waktu. Evaluasi 3-6 bulan. Peringatan diberhentikan lalu diberhentikan setelahnya lebih baik daripada diberikan sanksi hukuman. Karena jika memberikan sanksi, karyawan jelas akan lebih sulit lagi dibangun mentalnya untuk semangat kerja.

Bagaimana? Tertarik mencoba OKEWA Ultimate Whatsapp Chat Widget for WordPress? Mumpung ada, dan bisa dicoba jika kamu sudah punya 3-5 karyawan ya. Ingat, efisiensi dan efektif adalah hal utama agar profit toko onlinemu terlihat dan memuaskan.

Hanif Mahaldi

Seorang laki-laki, usia antara 25 tahun sampai nanti, kriting dan berkacamata, kulit sawo gelap, baru saja lulus tahun 2013 dari dunia perkuliahan. Seorang blogger, buzzer, dan penulis.

4 Replies to “Apakah Toko Online Anda Sudah Efisien?

  1. Sampai sekarang masih belum ada nyali mau bikin toko online, padahal dulu sempat menggebu2 sampe beli beberapa nama domain buat plan

    1. Kalau saya sempat pak, tapi ya itu, belum sempat sampai rekrut karyawan, belum berhasil2, jadi masih ikut orang aja dan jadi dikit2 paham soal karyawan.

  2. Bicara toko online ini memang random & fleksible ya mas.. artinya mungkin memang prinsip pencapaian setiap orang berbeda-beda.

    Tapi ulasan ini menarik, karena saat ini memiliki toko online yang sukses, seperti kita bekerja secara konvensional yang pada akhirnya menjadi penghasilan utama.

    1. Bener, karena ulasan ini saya coba buat karena cukup sulit menemukan ulasan di Internet yang membahasnya mendalam. Kalaupun ada, bahasanya cukup sulit dimengerti.

      Iya, toko online mau tidak mau menjadi pilihan yang menggeser pekerjaan konvensional pada umumnya. Jumlah perusahaan dan lulusan kerja sudah tidak sebanding. Mengerikan kalau dibayangkan satu lowongan bisa diisi sampai 2000 orang lebih.

      Semoga yang punya toko online baca ini juga bisa segera mengambil peluang, kalau mau mendapatkan penghasilan saja bisa. Tapi kalau mau meningkatkannya juga harus butuh ilmu dan teknologi yang memadai.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *