Ambil Pilihan Resiko yang Lain

Seorang teman memberitahukan tentang sebuah situs web yang bisa dijadikan sarana brainstroming. Ya, situs itu bernama, Thought Catalog. Berbahasa inggris yang masih sulit kumengerti. Tapi menarik. Ada beberapa artikel tentang sukses, pandangan hidup, atau alasan-alasan aneh, unik, nyeleneh namun masuk diakal untuk dilakukan. Salah satunya tentang memilih resiko. Setelah saya baca, ini menurut saya yang sudah saya tambahi atau kurangi.

Resiko. Oke, banyak dari kita lupa dan cenderung fokus pada resiko. Semua begitu tanpa ada yang bertanya. Resiko mana yang harus diambil? Banyak orang mengambil resiko yang terlalu besar bagi hidupnya sendiri. Salah? Tidak. Contohnya demikian,

Seorang karyawan memilih resign dan mengambil jalan wirausaha. Salah? Tidak. Bagi saya? Salah! Kok bisa? Itu pilihan hidupnyakan? Benar, tapi dia lupa, pekerjaannya sekarang adalah pilihan resiko lebih sedikit daripada resign. Tapi dia tidak mau menunggu lebih lama untuk melihat peluang baru dalam pekerjaannya yang bisa saja didapatnya seperti, kenaikan pangkat, kenaikan gaji, atau fasilitas lain yang diberikan oleh perusahaan padanya karena prestasinya.

ThoughtCatalog

Nah, itu maksud dari apa yang kita bahas. Kesimpulannya, kita cenderung sibuk melihat resiko lebih besar yang tidak bisa kita tanggung daripada menikmati untuk menyelesaikan resiko kecil yang sudah kita jalani. Dengan melihat orang lain berwirausaha, mobil mewah, jam kerja bisa diatur sendiri, seperti indah sekali. Padahal belum tentu demikian. Layaknya kita bermimpi jadi presiden, kita akan senang sekali dilayani dan memerintah. Tapi itu mimpi. Nyatanya? Tidak selalu.

Nah, mari kita sadari dulu pelan-pelan. Apakah hidup kita selalu ingin mencari resiko besar yang berujung gagal atau melihat resiko kecil yang berujung berhasil? Tentu apa yang kita nikmati berbeda dari setiap resiko. Tapi resiko kecil bukan berarti tidak bisa juga menikmati hidup untuk lebih baikkan. Yuk, kita renungkan sejenak sebelum melangkah maju.

Nb: Ini bukan berarti kita takut mengambil resiko. Tapi melihat resiko lain yang masih kita abaikan.

23 Comments

  1. Sunandar 12/04/2014
    • Hanif Mahaldi 12/04/2014
    • Belajar Sukses 13/04/2014
      • Hanif Mahaldi 15/04/2014
  2. rezkypratama 12/04/2014
    • Hanif Mahaldi 15/04/2014
  3. umroh 13/04/2014
  4. jeane 14/04/2014
  5. swiss army 14/04/2014
  6. swiss army 14/04/2014
  7. Dzaky Farras N 15/04/2014
    • Hanif Mahaldi 16/04/2014
  8. Ririn 15/04/2014
    • Hanif Mahaldi 16/04/2014
  9. hlga 16/04/2014
    • Hanif Mahaldi 16/04/2014
  10. Fuadi Mukhlis 19/04/2014
    • Hanif Mahaldi 20/04/2014
      • Fuadi Mukhlis 20/04/2014
      • marsmellow 23/12/2016
  11. Fadhly 21/12/2014
  12. ngawidian.com 30/08/2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *