8 Bulan Lalu Apa? Sisa 2 Bulan Lagi Tahun Ini.

Resolusi. Entah kenapa ini selalu asyik untuk dibicarakan. Setiap tahun, kita berdaya karena kita berkembang. Bertumbuh, lambat atau cepat kita berubah menjadi yang kita inginkan. Tahun ini tepat saya memulai 10 bulan berkelana di dunia tulis menulis yang lebih rumit dari sebelumnya. Ya, dunia tulis menulis industri. Nulis sama sulitnya dengan pekerjaan yang lain. Apalagi jika nulis ngikutin tren, bukan tulisan idealis, tidak bisa semau kita, tiap tulisan harus ada takaran evaluasinya, ada nilainya, setiap hari bisa merupakan ujian layaknya ujian waktu sekolah. Benar-benar bikin pusing.

Tapi namanya perjalanan, hidup memang begitu, kadang kita meraih yang kita inginkan, benar-benar 100% pasti dan persis seperti itu. Tapi juga kadang cuma 60%nya saja atau 10%nya saja. Seperti menulis ini. CopyWriter itu apa sudah saya jelaskan seperti pada artikel sebelumnya. Nah, disini saya akan membahas sedikit, evaluasi seperti apa sih bagi penulis itu? Terutama CopyWriter ya.

LIKE, KOMEN, SAMPAI SHARE DENGAN BIAYA MINIM

Bagi copywriter, tulisan berupa apapun itu di sosial media, sebisa mungkin mendapatkan tujuan goalnya yang telah ditetapkan. Dalam satu postingan di fanpage, mendapatkan berapa like? berapa yang berkomentar? berapa yang share? Penting? Banget! Inilah kenapa bagi perusahaan yang paham sekali jasa copywriter, akan digaji selangit. Karena benar-benar menguras otak. Bahkan tidak sedikit loh, penulis yang turun ke jalan, mencari berita layaknya wartawan, agar tulisannya benar-benar fakta penting yang layak di share oleh banyak orang di Facebook.

Ribet ya? Banget! Belum lagi kalau perusahaan mintanya agak nyentil.

“Mas, ini pokoknya dengan biaya iklan ini seminggu Rp 70.000 di Facebook Ads, kamu harus bisa tulisan itu dijangkau setidaknya 500 LIKES ya!”

Siap-siap deh nelen ludah. Banting tulang. Sampai rela lembur buat try and error tulisan mana saja yang layak untuk diposting dengan iklan berbiaya rendah itu.

Jangan heran, tidak semua LIKE, KOMEN dan SHARE yang teman-teman lihat di postingan facebook itu pasti natural. Tidak. Ada yang merancangnya. Ada tim khusus yang telah merisetnya.

OMSET-PROFIT-OMSET-PROFIT

Nah, ini yang jauh lebih bikin pusing. Mendapatkan like banyak, komentar banyak, share banyak, dari ratusan sampai ribuan belumlah bikin sakit kepala. Tapi yang bikin sakit kepala itu nanti ada evaluasi omset apalagi profit. Wah, bener-bener bikin keringat becucuran deh.

Mudahnya begini. Perolehan tingkat keterlibatan audience facebook itu bisa dihitung harian maupun mingguan atau bulanan. Nanti bisa dikaitkan dengan perolehan omset dan profit perusahaan. Semisal berapa banyak like yang didapat dengan postingan yang telah dibuat selama satu bulan? Lalu jawaban itu akan mengacu pada, berapa banyak biaya yang sudah dihabiskan untuk mem-push / boost postingan selama sebulan? Relevan tidak? Merasa rugi tidak? Dikaitkan lagi dengan biaya yang dihasilkan yang didapatkan dari omset, produk terjual sampai profit.

Istilahnya, di sini copywriter dituntut untuk bisa menghasilkan bentuk kongkrit. Bukan sekedar like, komen atau share. Tapi sudah masuk tahapan Call To Action. Berapa banyak yang pesan ke nomer yang telah dicantumkan dalam postingan di artikel? Berapa banyak yang add akun BBM? Sampai berapa banyak yang berhasil dirayu untuk beli? Inilah yang bikin agak-agak kejang. Hehe. Karena evaluasi ini bulanan. Jika tidak ada perkembangan, siap-siap deh kita sebagai tenaga kerja akan dihengkang.

Nah, bulan februari lalu, tepat satu artikel tentang copywriter. Sekarang juga masih di bulan oktober. Di akhir tahun nanti? Masih kok. Setidaknya resolusi sudah tercapai, walau tidak fantastis maupun bombastis. Tapi tetap disyukuri. Dulu, bisa menulis blog, buku non-fiksi, lalu copywriting ini, menulis dunia iklan. Yang belum kesampaian itu masih menulis novelnya yang belum. Ya semoga saja tahun depan bisa deh. Amin. Resolusimu tahun ini tercapai gak?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *